Weblog Kanker Payudara

MEMAHAMI HASIL TEST PATOLOGY

Posted on: Maret 22, 2008

Hasil test patology didapat dari jaringan yang diambil dari tubuh( biopsi ) ,bisa dari payudara, dari kelenjar getah bening ketiak atau kedua-duanya dan diselidiki di laboratorium untuk menentukan kanker. Setiap laporan berisi tentang hasil penyelidikan terhadap jaringan tersebut.Informasi yang didapat dari hasil test patology akan digunakan oleh pasien dan dokter untuk menentukan pengobatan yang efektif bagi pasien.Membaca hasil patology mungkin akan membingungkan dan menakutkan. Untuk itu disini akan dibahas mengenai laporan patology. Sehingga para pasien bisa memahami kondisi kanker yang sedang diderita. Ingat, apapun yang tertulis didalam laporan hasil patology tentang kondisi kanker yang kita derita, jangan panic karena Insya Allah masih banyak pengobatan efektif yang bisa didapatkan. Menunggu hasil patology, akan terasa berat seperti menunggu hasil ujian. Hasil itu bisa keluar seminggu atau dua minggu. Apalagi apabila asal jaringan tersebut dari hasil operasi. Dan perlu dingat bahwa semua lembaran hasil patology harus diarsip oleh pasien sendiri karena itu merupakan riwayat kanker pasien, jadi apabila selama ini disimpan oleh rumah sakit tempat berobat, maka pasien harus minta copynya. Jangan tidak peduli dengan lembaran hasil patology.Berikut adalah hal-hal yang akan terbaca dari laporan hasil test patology :

  1. STADIUM KANKER.

Seperti telah dibahas dalam bab sebelumnya, bahwa stadium didasarkan pada ukuran tumor, pengaruh dari Kelenjar Getah Bening, dan penyebaran kanker. Dan dinyatakan dengan angka –angka mulai dari stadium 0, I, II, IIIA, IIIB, IV.

  1. TYPE / JENIS KANKER

Ini juga sudah dibahas sebelumnya. Pada hasil patology akan dinyatakan jenis kanker antara lain :

- Jenis yang tidak menyebar : DCIS ( Ductal Carcinoma In Situ ), LCIS ( Lobular Carcinoma In Situ )

- Jenis yang menyebar ( Invasive ) : IDC ( Invasive Ductal Carcinoma ), ILC ( Invasive Lobular Carcinoma ).

  1. GRADE

Yaitu grade 1 ( grade yang rendah, sel kanker masih sangat mirip sel normal dan lambat berkembang ). Grade 2 ( Sel kanker sudah tidak menyerupai sel normal, dan berkembang lebih cepat dari sel normal ), Grade 3 ( Grade tertinggi, sel sudah sangat tidak normal dan sangat cepat berkembang / ganas ).

  1. Berapa besar ukuran kanker. Dinyatakan dalam centimeter .

 

  1. Apakah seluruh kanker telah diangkat

Ketika sel kanker diangkat dari payudara, maka dokter bedah akan berusaha mengambil seluruh kanker dan area atau “ margin” dari jaringan normal disekitarnya. Ini untuk meyakinkan bahwa seluruh kanker telah diangkat. Jaringan sekitar area yang sangat dekat dengan bekas kanker yang telah diangkat disebut the margin of resection. Area ini, oleh dokter akan dilihat secara teliti untuk meyakinkan bahwa telah bersih dari sel kanker. Dan ahli patology juga akan mengukur jarak antara sel kanker dan sisi luar jaringan.Apa yang disebut “negative” ( atau “clean” ) margin akan berbeda antara rumah sakit satu dengan rumah sakit lain atau antara dokter bedah yang satu dengan yang lain. Ada dokter yang menetapkan bahwa clear margin ( jaringan normal ) harus setidaknya 2 milimeter ( mm ) jaraknya dari tepi luar kanker. Tapi ada juga dokter yang menyatakan apabila telah didapat satu sel normal bisa dinyatakan sebagai negative margin.Margin disekitar kanker digambarkan dalam 3 cara :

- Negative : Tidak terlihat lagi adanya sel kanker disekitar tepi jaringan. Jadi tidak ada tindakan operasi lanjutan.

- Positive : Sel kanker keluar dari tepi jaringan. Sehingga dibutuhkan operasi lebih lanjut.

- Close : sel kanker dekat sekali dengan tepi jaringan, tapi tidak benar-benar di tepinya. Ini juga dibutuhkan operasi lanjutan.

  1. Apakah sel kanker telah menyebar ke pembuluh getah bening atau darah ?.

Payudara mempunyai banyak pembuluh darah dan getah bening yang menghubungkan jaringan-jaringan pada payudara ke bagian lain dari tubuh. Inilah yang akan menaikkan resiko kanker akan kambuh lagi dan ada kecenderungan menyebar, apabila sel kanker telah ditemukan pada cairan dalam pembuluh-pembuluh payudara. Untuk hal ini maka selain operasi dokter akan merekomendasikan pengobatan lanjutan yang mencakup seluruh tubuh tidak hanya operasi saja, yaitu dengan chemotherapy.

  1. Apakah sel kanker merupakan Hormone Receptor

Hormone receptor adalah seperti telinga dalam sel payudara yang akan mendengarkan sinyal dari hormone. Ketika sinyal memerintahkan tumbuh, maka akan sel kanker akan berkembang pada sel payudara yang mengandung receptor. Kanker akan disebut ER-positive ( ER+ ) apabila penyebab berkembangnya adalah akibat adanya receptor untuk hormone Estrogen . Dan PR-positive ( PR+ ) apabila penyebab berkembangnya kanker adalah akibat adanya receptor untuk hormone Progresteron. Sel kanker payudara yang tidak mempunyai receptor hormone-hormone tersebut maka akan tertulis ER/PR ( – ). Untuk sel kanker payudara yang mengandung salah satu receptor hormone atau mengandung dua-duanya akan mempunyai respon yang baik pada terapi hormone. Obatnya antara lain TAMOXIFEN.

  1. Apakah kanker mempunyai gen-gen yang tidak normal ( HER-2 status )

HER-2 adalah gen yang membantu mengontrol bagaimana sel berkembang, membelah dan memperbaiki dirinya sendiri. Satu dari empat kanker payudara mempunyai banyak sekali copy dari gen HER-2. Gen HER-2 secara langsung menghasilkan special protein, didalam kanker payudara disebut HER-2 receptors. Kanker yang mempunyai gen HER-2 terlalu banyak atau HER-2 receptor cenderung tumbuh cepat yang berarti cepat menyebar. Tetapi pertumbuhan yang terlalu cepat ini bisa dilawan dengan suatu pengobatan yang disebut terapi antibody anti HER-2. Saat ini nama obatnya adalah HERCEPTIN.

Ada 2 test untuk HER-2 di laboratorium Patology, yaitu :

- IHC test singkatan dari Immuno Histo Chemistry atau kalau di Indonesia disebut Immuno Histo Kimia. Yaitu untuk melihat apakah ditemukan terlalu banyak protein HER-2 pada sel kanker. Hasilnya dinyatakan dalam angka : 0 ( negative ), 1+ ( negative ), 2+( borderline ), 3+ ( positive ).

- Apabila kondisi HER-2 adalah 2+ ini adalah kondisi dipersimpangan / meragukan harus ada test lanjutan, namanya test FISH ( Flourescence In Situ Hybridization ). Disini akan ditunjukkan angka lagi, apabila ternyata diatas 3, berarti sel kanker mengandung protein HER-2. Maka selain chemotherapy, maka pasien dianjurkan menggunakan terapi antibody tersebut.

About these ads

8 Tanggapan to "MEMAHAMI HASIL TEST PATOLOGY"

Ini hanya sebatas coment yang tidak berarti, tapi bagi saya cukup penting. Saya penderita kanker payudara yang masih bisa bertahan hidup dan menjalani kehidupan normal hingga saat ini. Status ER (+) PR(+) HER2(+) dan P53(+). So…saya membaca dimana-mana bahwa HER2(+) disarankan untuk HERCEPTIN. Seefektif apakah HERCEPTIN? Cara kerjanya? Apakah benar penderita HER2 (+)tidak respon terhadap kemoterapi karenanya perlu HERCEPTIN?
Pengalaman saya pernah “dikejar-kejar” HERCEPTIN, karena ketika itu tanpa sengaja saya ngobrol dengan “penjual” pada suatu acara support group.Yang menyakitkan adalah “penjual” menakut-nakuti saya dan mengatakan bahwa saya SALAH PENGOBATAN karena tidak menggunakan HERCEPTIN mengingat HER2 saya (+).
Oke, itu pendapat mereka. Saya juga punya opini, bahwa dari awal sekali hasil biopsy saya terima, ongkologi saya sudah menjelaskan panjang lebar pengobatan yang akan ditempun termasuk tentang HERCEPTIN. Akhirnya saya memilih untuk kemoterapi dulu (4X). Subhannallah…kemoterapi konvensional yang saya tempuh hasilnya SANGAT RESPONSIF.Bahkan pada awalnya ongkologi saya yakin sekali bahwa saya harus mastectomy, melihat respon kemo yang responsif sangat mungkin untuk lumpectomy.
Peryanyaannya adalah kembali ke awal, seefektif apa HERCEPTIN?
Coba kita lihat dan tundukkan kepala kita. HERCEPTIN tidak ditanggung ASKES apalagi GAKIN. Teman-teman kita yang tidak mampu alias miskin bagaimana?? Saya memilih tidak menempuh HERCEPTIN, dan sebagian untuk “peduli” pada teman-temanku yang lebih membutuhkan. Maaf…ini hanya jeritan hati kecil saya.

Jeng Ani,

Saluut atas kewaspadaan dan ketegasan Jeng Ani dalam menentukan terapi yang dipilih. Setahu saya, Herceptin diluncurkan sekitar 5 tahun yang lalu. Perlu waktu untuk membuktikan efektifitasnya. Apakah risk (medical risk & economical risk) sebanding dengan manfaat? Setelah memiliki informasi lengkap, pasien dan keluargalah yang paling pandai menimbang-nimbangnya dan yang berhak memutuskan.

Saya percaya, Tuhan punya rencana terindah untuk masing-masing orang.

Yuniko

Mbak Ani tentang Herceptin,saya setuju, karena untuk mengukur responnya memang tidak sejelas hasil chemotherapy.Susahnya respon baik atau tidak hanya bisa dilihat dari kambuh lagi atau tidak kankernya.Padahal kambuh atau tidaknya juga belum tentu dari Herceptin.Memang benar seperti yang saya alami, ketika tahun 2006 kanker saya sedang parah-parahnya ( mungkin ketika itu setiap orang yang melihat saya berpikir umur saya tidak lama lagi ).Saya juga hanya di radiasi dan chemo dengan Taxol 240 mg dan Doxo 60 mg dan responnya sangat bagus. luka yang sudah berlubang dengan Diameter 11 cm menutup dan saya bisa jalan lagi, kemudian dilanjutkan dengan chemo Xeloda 500 mg. Tapi sayangnya pada bulan Mei 2007 timbul benjolan lagi di ketiak kiri. Sehingga selain dichemo, seperti apa kata mbak Yuniko saya setuju banget. Akhirnya memang dari keputusan keluarga, saya disarankan mencoba Herceptin. Karena kanker saya memang sudah metastasis.Jadi untuk kasus saya,memang ini murni keputusan pribadi ( keluarga), dan tidak ada campur tangan dokter maupun pihak farmasi.Memang pengobatan kanker terutama, kita harus bisa ikut menentukan obat seperti apa yang ingin dipakai. Dengan dokter sayapun saya selalu memilih obat bersama-sama.Senang bisa punya teman diskusi seperti mbak Ani dan Mbak Yuniko, karena ilmu saya akan bertambah. O,ya nama saya Danty.Obat kanker memang mahal, impian saya adalah obat-obat ini someday bebas pajak. Dan ada obat kanker generik. Saya baca disuatu laporan ilmiah ( lupa namanya ), di Jerman (?) sudah ada penelitian untuk obat kanker payudara yang apabila di pasarkan harganya akan sangat terjangkau. Sayang tidak ada perusahaan farmasi yang tertarik utk memproduksi, alasannya tidak bernilai jual tinggi.Keterlaluan,ya. Sedang kita yang ada di negara berkembang cuma bisa menunggu saja.Seharusnya Dep. Kes harus membuat regulasi untuk obat-obat degeneratif terutama kanker ( karena penderitanya naik terus jumlahnya )agar perusahaan farmasi tidak mengambil untung terlalu besar.Alasan mereka biasanya adalah biaya riset yang tinggi.

Wooow, thx uuuuu…banget untuk semuanya!!!Mba Yuniko & Mba Danty…Aku tau kalian orang-orang hebat!!! Perjuangan kita masih panjang….bukan hanya berdamai dengan kanker, tapi juga WASPADA dengan TUKANG OBAT.Jadilah PASIEN CERDASSSSS Heeeee

Jeng Ani,

By the way, gimana caranya koq bisa “dikejar-kejar” penjual Herceptin? Setau gue, perusahaan farmasi gak boleh promosi langsung obat obatan ethical products ke pasien. Harus melalui dokter. Is it ethical?

Wah kalo diceritain nanti bisa kena punishment dari BPOM tuh tukang obat(kalo jalan lho BPOM-nya hua-ha-ha-ha)Stop ya mbakyu, jangan mancing-mancing lagi! Hua ha-ha-ha-ha-ha…………….

Mbak Yuniko, mengenai sales obat saya juga pernah mengalami hal yang tidak menyenangkan. Ceritanya, ketika saya harus berganti obat chemo, biasanya setelah tahu obat yang akan dipakai, saya langsung menghubungi perusahaan farmasinya, untuk minta brosur, tanya program,dll. Nah, ketika pertama kali saya menggunakan obat tersebut, sales itu datang kekamar perawatan saya untuk berkenalan. Dua hari setelah saya chemo, dia nelpon saya dan bertanya gimana rasanya menggunakan obat tersebut?. Saya jawab biasa saja tidak ada efek apa-apa. Eh, dia malah bilang tunggu saja, bu, nanti hari ke 4 ibu akan jatuh. Wah saya pikir ini orang stupid banget bukannya mendukung pasien yang sedang memakai obatnya, eh malah nakut-nakuti. Tapi,yah buat saya itu bukan hal yang berarti. saya anggap dia masih muda dan belum berpengalaman menjaga perasaan pasien.Yang penting tubuh saya memberikan respon yang baik thd obat itu.Yang lain-lain forget it aja.

Itulah PR kita semua….kalo kita buat studi kasus (contoh :dgn data sampling 100 responden pasien kanker) hasilnya pasti akan sangat mengejutkan. Tapi saat ini saya masih sangat pesimis dengan SISTEM HUKUM DI NEGERI TERCINTA. Sudah ada memang YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia), but…pengalaman bertahun-tahun kerja di bidang hukum bagaikan makan buah simalakama. Saya tertarik untuk sedikit demi sedikit konsen di bidang layanan kesehatan terutama untuk penderita kanker (mulai dari diagnosa dokter, tanggungjawab rumah sakit, distribusi obat, peran BPOM dll). Mungkin sebagian orang bilang “Aniroh mimpi kali….”. Bahkan banyak teman saya yang bilang “cari masalah”, karena kita tahu IDI (Ikatan Dokter Indonesia) adalah organisasi tunggal yang kuat, begitu juga dengan arogansi rumah sakit dan perusahaan obat. Tapi saya menyadari sepenuhnya, KITA HIDUP DI NEGARA BERKEMBANG yang DEMOCRAZY he-he-he…Harapan saya sangat simple kok….TRANSPARANSI dari banyak pihak untuk perbaikan bersama. Amin….

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pita Pink

Pita Pink

Arsip Kankerpayudara

Blog Statistik (sejak Des'07)

  • 718,556 pengunjung

support by:

whiteshirt | media
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 76 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: