Weblog Kanker Payudara

APA ITU CHEMOTHERAPY

Posted on: Desember 30, 2007

Diterjemahkan sebagian dari Chemocare Dan sebagian dari ASCO foundation

Chemotherapy kata itu sering didengar kalau orang berhubungan dengan penyakit kanker. Chemotherapy atau chemical treatment sering disingkat dengan kata “ chemo “. Obat ini gunanya untuk membunuh sel kanker secara langsung. Kadang ditujukan sebagai obat “ anti-cancer “ atau “ antineoplastics”. Obat chemo yg lain diantaranya adalah biologic response modifiers, hormone therapy dan monoclonal antibody yang masing –masing itu bekerja dengan cara yang berbeda-beda dalam mengobati kanker. Saat ini, jenis-jenis obat chemo lebih dari 100 macam. Dan masih banyak obat lagi yang sedang dalam penelitian dan pengembangan.

APA KEGUNAAN CHEMOTHERAPY ? :Selama kanker merupakan suatu kata untuk menggambarkan banyak penyakit yang berbeda, maka tidak ada satu type pengobatan yang bisa dipakai secara universal. Chemotherapy digunakan untuk bermacam-macam tujuan :

  • Untuk mengobati penyakit kanker tertentu
  • Untuk mengontrol pertumbuhan tumor ketika penyembuhan sudah tidak mungkin
  • Mengecilkan tumor sebelum operasi atau terapi radiasi
  • Membebaskan dari banyak gejala ( antara lain rasa sakit ) dan
  • Menghancurkan sel kanker microscopic yang mungkin masih ada setelah operasi ( disebut sebagai adjuvant therapy ) . Tujuannya untuk menjaga agar kanker tidak kambuh lagi

ISTILAH – ISTILAH DALAM CHEMOTHERAPY

Chemotherapy meliputi suatu jenis terapi pengobatan yang luas. istilah sebagai adjuvant, neoadjuvant, consolidation dan palliative sering membingungkan. Disini akan dibahas beberapa macam protocol chemotherapy yang digunakan saat ini

  • Adjuvant chemotherapy – Chemotherapy diberikan untuk menghancurkan sel-sel microscopic tumor yang mugkin masih ada setelah tumor diangkat melalui operasi. Tujuannya agar kanker tidak kambuh ( cancer reccurence ).
  • Neoadjuvant chemotherapy – Chemotherapy ini diberikan sebagai pendahuluan sebelum operasi dilakukan. Tujuannya untuk mengecilkan tumor sehingga area operasi tidak meluas.
  • First line chemotherapy – Chemotherapy telah dinyatakan / ditetapkan melalui hasil riset dan uji klinis sebagai obat yang paling baik untuk merawat pasien kanker. Bisa disebut juga sebagai standard therapy
  • Second line chemotherapy – Chemotherapy yang diberikan apabila tidak ada respon atau kambuh lagi setelah first line chemotherapy. Diharapkan dengan obat-obatan second line ini pengobatan menjadi efektif. Bisa juga disebut sebagai salvage therapy
  • Palliative chemotherapy – Chemotherapy biasanya tujuan utamanya bukan untuk menghilangkan tumor lagi, tetapi untuk meningkatkan kwalitas hidup pasien, menghilangkan rasa sakit. Biasanya kanker telah metastasis

BAGAIMANA CHEMOTHERAPY DIBERIKAN

Chemotherapy diberikan dengan berbagai cara. Metode pelaksanaan pengobatan chemotherapy dan dosis yang digunakan ditentukan setepat-tepatnya dari test percobaan klinis. Kadang, getah lambung bisa merusak beberapa zat-zat kimia didalamnya, sehingga mengakibatkan suatu obat tidak bisa diberikan dalam bentuk pil. Beberapa zat diketahui sebagai obat anti kanker hanya bisa diberikan secara intravenous ( diinfuskan ), ada pula yang disuntukkan melalui urat/otot. Ada beberapa cara pemasukkan obat chemo, disini dibahas yang umum digunakan dalam penanganan kanker payudara saja. Yaitu :

  • Pengobatan chemo secara oral – obat ini bisa ditelan. Bentuknya bisa macam-macam yaitu pil, tablet, capsule. Semua yang dapat diserap oleh perut. Obat yang ditelan dibungkus dengan pelindung yang akan hancur oleh getah lambung. Asam lambung akan menghancurkan pembungkus sehingga obat bisa diserap seluruh lapisan perut.
  • Intravenous chemotherapy ( IV methode / diinfuskan ) – Pelaksanaan terapy melalui infuse, sehingga obat bisa cepat masuk kedalam tubuh karena diedarkan keseluruh tubuh melalui pembuluh darah. Cara ini adalah cara yang paling umum digunakan dalam pelaksanaan chemotherapy. Methode IV ini juga sangat fleksibel dalam besarnya dosis yang diberikan. Pelaksanaan chemo secara IV bisa dilakukan dengan beberapa cara :
  • Angiocatheter – bisa diletakkan di pembuluh vena di lengan ,tangan dan kemudian dilepas apabila obat chemo telah selesai dimasukkan. Alat infuse sementara ini di suntikkan oleh perawat sebelum treatmen dilakukan dan dicabut setelah pemasukkan obat selesai. Pemakaian alat infuse ini bisa beberapa menit, jam atau beberapa hari.
  • PICC line – meskipun masih bisa dianggap sebagai IV sementara, sebuah PICC line di masukkan dan digunakan selama 6 minggu sampai beberapa bulan sebelum dilepas.PICC line menggunakan alat catheter plastic yang panjang dengan diameter tertentu dimasukkan kedalam pembuluh vena yang besar di lengan atau kaki. Merupakan suatu operasi kecil saja.
  • Non-tunneled catheter – Cara ini adalah memasukkan langsung memelalui kulit kedalam pembuluh darah didaerah sekitar leher / kerongkongan atau subclavian vena dan kemudian obat masuk melalui pembuluh menuju pembuluh vena terbesar yang menuju ke- atrium kanan jantung. Untuk memastikan bahwa catheter masuk menuju tempat yang dituju, special X-ray yang disebut fluoroscopy digunakan untuk membantu memasukkannya.
  • Tunneled catheter – Dipasang melalui kulit di tengah –tengah dada. Dimana dibuat saluran melalui subcutaneous tissue ( lapisan jaringan antara kulit dan otot ) dan dimasukkan kedalam pembuluh vena terbesar yang menuju ke atrium kanan jantung. Akan ada penjepit Dacron dengan ukuran kira-kira 2 inchi sebagai bagian dari catheter yang dipasang didada.Pemasangan catheter ini melalui operasi kecil, juga menggunakan fluoroscopy untuk memastikan bahwa catheter terpasang dengan benar. Catheter ini mempunyai beberapa lubang untuk beberapa keperluan pengobatan. Catheter ini bisa dipasang sampai beberapa bulan atau setahun. Asal tidak terjadi infeksi
  • Port-a-cath – Ini adalah pilihan untuk pemasangan catheter secara permanent bisa digunakan 3 s/d 5 tahun. Port-a-cath diletakkan yang letaknya didada.kemudian dimasukkan kedalam pembuluh vena terbesar yang menuju ke atrium kanan jantung. Pelaksanaan melalui operasi selama kurang lebih 1 jam. Pemasukkan obatnya menggunakan jarum khusus yang disebut jarum Huber.

kemo-di-dada.jpg

Chemo Port
A.Port
B. Catheter ( tubing )
C. Subclavian vein
D. Superior vena cava
E. Pulmonary vein
F. Aorta
G. heart

Cara pemasukkan obat chemo yang selama ini banyak dipakai adalah melalui invus biasa. Hanya apabila sudah sering dichemo, biasanya pembuluh darah vena sudah mengecil dan keras, sehingga susah untuk ditembus jarum invus, beberapa kali tusukan selalu gagal untuk memasukkan obat, maka biasanya dokter memakai cara seperti gambar diatas.

EFEK SAMPING CHEMOTHERAPY

Kanker dan pegobatan kanker dapat menyebabkan bermacam efek samping. Beberapa bisa mudah dikontrol tapi sebagian akan memerlukan penanganan khusus. Dibawah ini adalah beberapa efek samping yang biasa terjadi pada pasien kanker dan pengobatannya.

  • Anemia. Anemia biasa ditemukan pada orang dengan kanker. Khususnya yang sedang menjalani chemotherapy.Anemia adalah kondisi dimana jumlah sel darah merah ( RBCs )tidak normal, terlalu rendah. RBCs berisi hemoglobin ( suatu protein besi ) yang tugasnya membawa oksigen keseluruh tubuh. Jika jumlah RBCs terlalu rendah, maka tidak semua bagian tubuh akan memperoleh oksigen, sehingga tidak berfungsi semestinya. Biasanya orang dengan anemia merasa lelah dan lemah. Kelelahan akibat anemia akan berefek pada kwalitas hidup. Itu akan membuat pasien kesulitan dalam menghadapi kanker dan efek samping dari pengobatan.
  • Fatigue. Fatigue adalah kondisi kelelahan yang sangat.Lebih dari separohnya, pasien akan merasa keletihan yang sangat besar selama chemotherapy dan radiasi. Dan 70% pasien dengan kanker stadium lanjut mengalami fatigue.
  • Cairan di abdomen ( ascites ). Ascites adalah penambahan cairan pada lambung, yaitu pada organ yang disebut rongga pada lapisan perut ( peritoneal cavity ). Sepuluh persen ascites disebabkan oleh kanker dan disebut malignant ascites. Biasanya ditemukan pada pasien kanker ovarium, endometrium, payudara, colon, pancreas, gastrointestinal system. Kanker-kanker ini menyebabkan cairan bertambah didalam tubuh. Pasien dengan ascites biasanya mengalami penambahan berat badan, perut membengkak, perut terasa penuh dan kembung, merasa berat, susah mencerna, mual, muntah, perubahan pada pusar, hemorrhoids ( kondisi yang menyebabkan perasaan nyeri dan bengkak daerah sekitar anus), pergelangan kaki membengkak.
  • Cairan di lengan atau kaki ( lymphedema ). Lymphedema adalah penambahan cairan getah bening di berbagai tempat pada saluran/pembuluh dan titik-titik yang membawa getah bening keseluruh tubuh yang berfungsi melawan infeksi / penyakit.Lymphedema bisa segera terjadi setelah operasi pengangkatan kelenjar getah bening atau terapi radiasi pada kelenjar getah bening, bisa juga timbulnya setelah beberapa bulan kemudian atau beberapa tahun kemudian.Selain itu lymphedema juga bisa terjadi karena infeksi bakteri, luka pada KGB.
  • Cairan disekitar paru-paru. ( malignant pleural effusion ).Pleural effusion adalah kondisi dimana terlalu banyak cairan didalam area paru-paru. Yaitu daerah sekitar tepi paru-paru dan dinding dada. Ini disebabkan adanya kanker yang tumbuh di bagian paru-paru. Tanda-tandanya adalah susah bernafas, batuk kering, perih pada dada, sesak dada, terasa tidak enak.
  • Rambut rontok ( alopecia ). Kerontokan rambut disebabkan kerena kerusakan pada follicle yaitu yang bertanggung jawab pada pertumbuhan rambut. Rambut- rambut itu bisa lepas seluruhnya, bertahap, atau hanya ditempat tertentu saja.Beberapa kasus, rambut hanya menipis. Kehilangan rambut, untuk beberapa pasien ada pengaruh psikologis dan emosi. Ini bisa mempengaruhi kwalitas hidupnya.Seharusnya tidak usah terlalu dipikirkan karena setelah chemotherapy selesai rambut akan tumbuh lagi, bahkan biasanya lebih bagus.
  • Hypercalcemia. Adalah kandungan kalsium yang sangat tinggi pada darah.bisa mempengaruhi kesehatan pasien dan merupakan masalah metabolisme terbanyak yang berhubungan dengan kanker. Hypercalcemia bisa menyebabkan hilang nafsu makan, mual dan muntah, konstipasi, sakit perut,rasa haus, kencing lebih sering, otot-otot sakit, lemas, susah berpikir, pusing, dll. Hypercalcemia yang terlalu tinggi bisa menyebabkan serangan jantung, detak jantung yang tidak teratur, pengerasan hati.
  • Infeksi.Terjadi ketika bakteri, virus,atau jamur yang berbahaya menyerang tubuh dan system imun tidak cepat menghancurkannya.Kanker dan pengobatannya sering membuat system imun lemah. Tanda-tanda infeksi diantaranya : demam, berkeringat, kedinginan, sakit pada tenggorokan dan mulut, sakit perut, sakit pada saat buang air kecil dan frekuensinya sering, perih disekitar anus, batuk dan susah bernafas,dll
  • Tanda-tanda menopause. akibat pengobatan chemotherapy kanker payudara, wanita bisa mengalami menopause lebih cepat dari pada usia seharusnya. Tapi keuntungan dari menopause dini ini, berarti pengaruh hormone pada kanker sangat berkurang.Tanda-tanda menapouse tergantung juga dari jenis obatnya. Tanda-tanda itu diantaranya, hot flashes, berkeringat waktu malam, vagina kering, gatal-gatal, iritasi, sakit saat hubungan sexual, insomnia, depresi.
  • Sakit di mulut ( mucositis ). Mucositis adalah pembengkakan didalam mulut dan tenggorokan. Menyebabkan mulut perih dan luka.
  • Mual dan muntah. Penyebabnya telah dibahas diatas, Apabila terlalu sering muntah, bisa mengakibatkan dehidrasi, berat badan turun, ketidak seimbangan electrolit, depresi, malahan kadang pasien tidak mau melanjutkan chemotherapy.
  • Problem pada kulit. Kulit bisa menghitam, terkelupas.
  • Masalah berat badan. Meskipun biasanya pasien yang sedang menjalani chemotherapy berat badannya turun, tapi ada juga yang malahan naik. Naik sedikit tidak masalah, tapi bila beratnya bertambah terlalu banyak bisa mempengaruhi kesehatan pasien sendiri dan pengobatannya. Selain obat chemotherapy, hormone terapi, pengobatan menggunakan steroid bisa menyebabkan berat badan naik.

Tapi tidak semua pasien mengalami efek-efek samping seperti diatas. Malahan banyak yang hanya mengalami kebotakan, perubahan warna kulit, mual & muntah sedikit. Untuk saya pribadi tidak banyak mengalami efek samping selama menjalani chemo. Bahkan beberapa obat chemo sama sekali tidak menyebabkan kerontokan rambut ( XELODA dan NAVELBINE ). Mual & muntah selama saya memakai beberapa obat chemo juga tidak pernah saya rasakan, hanya kalau terlalu banyak kegiatan badan langsung cape sekali. Yang hampir semua pasien chemo alami ( termasuk saya )adalah penurunan jumlah leukosit. Ini bisa diatasi dengan suntikan untuk menaikkan leukosit. Biasanya saya menggunakan : Granosit dan Neupogen. Pernah juga Leukogen.

About these ads
Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pita Pink

Pita Pink

Arsip Kankerpayudara

Blog Statistik (sejak Des'07)

  • 634,450 pengunjung

support by:

whiteshirt | media
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 71 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: