SAYA PASIEN KANKER PAYUDARA

Saya akan berbagi pengalaman sebagai pasien kanker payudara. Baru-baru ini judul ” SAYA PENDERITA KANKER PAYUDARA” telah saya ganti menjadi ” SAYA PASIEN KANKER PAYUDARA” karena rasanya tidak enak membaca kata “penderita” seolah-olah saya menderita dan tak berdaya dan seperti tak pernah bersyukur, sedangkan sebagai pasien kanker kita harus bisa hidup harmoni dengan kanker apabila memang kanker itu masih ada didalam tubuh kita dan selalu bersemangat dalam menapaki hidup ini, kalau merasa menderita, gusar dan marah, menurut saya itu akan mengurangi kemampuan kita untuk bertahan dengan kata lain akan melemahkan diri sendiri karena sistem imun kita akan turun. Dan disini saya ingin mencoba menghilangkan anggapan yang telah melekat begitu lama didalam pikiran kebanyakan orang Indonesia bahwa pengobatan kanker itu menyakitkan, dan kalau kanker itu dioperasi akan menyebar, dichemotherapy juga badan akan sakit semua, dan mitos-mitos lain yang sudah beredar dan diyakini banyak orang. Padahal semua itu tidak benar dan bisa menyesatkan. Yang benar apabila pasien dibawa ke dokter sudah keadaan stadium lanjut, itu akan memakan biaya besar dan sulit untuk sembuh. 

Pada April 2004, tanpa sengaja saya menemukan benjolan dibawah puting payudara sebelah kanan. Dengan perasaan agak takut, saya mengunjungi seorang dokter Ahli Penyakit Dalam didekat rumah. Beliau lalu mengatakan bahwa benjolan ini sangat keras, lalu dibuatkanlah pengantar untuk periksa mammography dan USG. Esok harinya saya pergi ke RSCM untuk melakukan pemeriksaaan  Karena kekurang pengetahuan saya tentang penyakit kanker, ditambah tidak ada satupun dalam silsilah keluarga saya maupun suami yang menderita kanker, maka ketika menunggu giliran untuk USG dan mammo di RSCM, saya mendengarkan banyak masukkan dari keluarga pasien penderita kanker bahwa pengobatannya sangat menyakitkan dan kalau di operasi bisa menyebar ke mana-mana. Sehingga begitu saya peroleh hasil Mammography dan USG yang meyatakan benjolan tersebut diduga kanker, dan ukurannya 2.5 cm. Saya jadi panik dan sangat sedih. Kemudian dengan ditemani suami, saya ajak dia ke toko Gunung Agung untuk mencari informasi mengenai kanker dan pengobatannya. Disana saya malahan sampai ke rak-rak buku yang membahas masalah pengobatan alternative. Ada yang membahas pengobatan menggunakan jamur yang dilakukan oleh bekas PM Jepang, dan beberapa cara pengobatan yang lain. Akhirnya saya menemukan salah satu buku dari pengobat Herbal yang saat itu cukup terkenal dimana disitu juga dicantumkan alamat praktik dan nomor teleponnya. Sore itu juga ibu tersebut saya telepon, dan dia dengan ramah menjawab sendiri dan mempersilahkan untuk segera datang ke tempat praktiknya. Sebelum pergi ke tempatnya, saya mengunjungi kenalan seorang dokter yang saya harap beliau bisa memberi penjelasan dan bisa sedikit menenangkan saya yang sedang panic. Sampai ditempat praktiknya, malahan saya dibuat lebih panic dengan cara penyampaiannya yang menakutkan dan menipiskan harapan. Maklum saat itu pikiran saya memang sedang kalut. Akhirnya saya malah mendatangi tempat praktik pengobat alternative tsb ,

Saat itu pembicaraan dia terasa lebih menenangkan dan mengerti perasaan saya. Akhirnya saya putuskan untuk mencoba pengobatan dia, yang berupa 5 macam jamu rebusan ( Temu putih, Mahkota Dewa, Daun Dewa, Temu Mangga, dan satu lagi saya sudah lupa ) yang harus diminum 2x sehari. Setelah 4-5 bulan saya tidak merasakan kemajuan, saya pindah lagi mencoba ke pengobat dengan metoda Homeopathy, selama 2 bulan tidak berhasil ( Disini mungkin saya menemui Homeopath yang kurang menggali riwayat penyakit saya. Karena pengobatan ini memerlukan wawancara dengan pasien secara detail ). Saya kunjungi lagi seorang dokter yang menggunakan metode kedokteran konvensional + akupuntur selama 2 bulan. Pada saat berobat didokter itu benjolan saya mulai membentuk luka kecil yang mana luka itu saya pikir hanya lecet biasa. Dan anehnya Dokter juga memberi komentar bahwa luka tersebut hanya lecet biasa dan diberi obat untuk diminium dan dia bilang bahwa dalam beberapa hari luka itu akan sembuh. Tak membawa hasil, Lalu saya dapat informasi agar berobat ke Klinik khusus kanker didaerah Ciawi, yang dokternya datang dari negeri Cina. Disana, oleh dokter tersebut kanker saya dinyatakan sudah stadium tiga, karena sudah ada dileher dan ketiak. Saya disuruh berobat ke Cina. Tapi tidak mau karena tidak ada biaya, sehingga dia memberi ramuan yang jenisnya banyak sekali, dan harus diminium setiap10 hari sekali dengan biaya Rp. 3.500.000,-/ 10 hari . Setelah beberapa lama tidak berhasil juga, malahan puting saya menekuk kedalam. Saya pindah lagi menggunakan buah merah, ramuan2 lain,dan shinse yang katanya ahli khusus kanker. Saat itu luka dipayudara saya sudah sangat lebar, dan sering mengeluarkan darah dan nanah. Tapi tidak begitu sakit hanya nyeri sekali-kali saja sehingga saya masih bisa bekerja, menyetir mobil dan kegiatan-kegiatan lain. Sedang luka saya dirawat oleh shinse tsb, ramuan yang digunakan mulai dari singkong racun, keladi tikus, kunyit putih, dll , serta bermacam-macam salep. Memang meskipun lukanya lebar dan sering berdarah tapi sama sekali tidak berbau. Sehingga saya tidak terganggu. Sampai akhirnya perjalanan saya berakhir pada bulan Oktober 2005, lima hari sebelum hari raya Idul Fitri saya tidak bisa jalan ( lumpuh ). Orang bilang saya terkena syaraf kejepit. Lalu diurut oleh shinse tersebut. Selama 3 bulan itu saya merasakan sakit luar biasa kaki mengecil, tidak pernah tidur karena kesakitan yang amat sangat. Sampai berat badan saya turun 16 Kg. Dalam kondisi seperti itu akhirnya keluarga dan suami memaksa untuk berkonsultasi ke dokter ahli tulang belakang di RS. Pondok Indah karena saat itu yang terasa sangat sakit adalah pinggang belakang, pinggul sampai keujung ibu jari kaki kiri. Untuk duduk / berbaring di mobil saja sudah kesakitan luar biasa. Obat penghilang rasa sakitpun tidak mempan. Dokter menyuruh saya untuk melakukan MRI. Akhirnya ketahuan bahwa sakit saya  akibat metastasis kanker payudara ke beberapa tulang belakang, pinggul sebelah kiri dan paha kiri. Beliau bilang bahwa saya akan lumpuh dan sebaiknya segera konsultasi ke dokter ahli kanker.

Saya merasa sangat bodoh dengan perjalanan pengobatan yang selama ini saya lakukan. Padahal keluarga dari ibu saya mulai dari kakek buyut, kakak-kakak ibu, sampai sepupu-sepupu banyak yang berprofesi sebagai dokter. Saya sendiri background pendidikan adalah teknik sipil dan setiap hari selalu didepan computer dan buka internet. Tapi tidak pernah sedikitpun meluangkan waktu untuk membuka situs yang berhubungan dengan penyakit kanker. Inilah typical orang Indonesia kalau belum kepentok / belum jatuh tidak pernah ingin tahu. Saya tidak akan menyesali perjalanan pengobatan yang saya pilih selama ini, saya telah melakukan kesalahan besar. Tapi saya akan bangkit dan berjuang untuk bertahan. Insya Allah menjadi pemenang.

Akhirnya atas informasi teman dan saudara pada akhir Januari 2006 saya berobat ke Jakarta Breast Center ( Jl. Salemba I no. 11 ). Setelah mengumpulkan data seperti Biopsi, Bone scanning, photo thorax, USG abdomen, periksa darah CA 15.3. Yang tidak pernah sekalipun diperintahkan oleh dokter2 yang dulu merawat saya ( karena mereka memang bukan dokter Onkologi ). Bahkan yang katanya dokter dari Cina sekalipun. Data tersebut menyatakan bahwa :

  • Dari bone scanning diketahui ada penyebaran kanker di tulang no. 5, 9, 10. Joint antara tulang pinggul dan paha, pelvic.
  • Pada test CA 15.3 angka tumor marker saya 35 ( standar PRODIA tidak boleh lebih dari angka 30 ( < 30 )
  • Hasil biopsy : CA mammae dx, stadium IV. Hasil IH ( Immunohistokimia ) adalah bahwa status Kanker saya :
  • Reseptor Estrogen : Negatif
  • Reseptor Progesteron : Negative
  • C-erb-B2 ( HER 2 ) : Negative

Berangkat dari data itu maka dari hasil rapat team dokter yang merawat saya, diputuskan untuk dilakukan Radiotherapy sebanyak 10x. Saya melakukannya di RSCM, karena dokter Radiotherapy saya adalah kepala Radiologi RSCM. Biayanya pada saat itu ± Rp. 7.500.000,

Kenapa dilakukan Radiotherapy terlebih dahulu karena untuk mengurangi rasa sakit pada tulang2 saya yang sudah tidak bisa ditahan lagi. Awal Maret 2006 selesai Radiotherapy. Dilanjutkan dengan Chemotherapy sebanyak 6 cycle per 3 minggu sekali. Dimulai chemotherapy I pada tanggal 14 Maret 2006 ( chemo dilakukan di RS. Kramat 128 ) tapi sebelumnya saya harus melakukan Echocardiography untuk mengetahui kondisi jantung saya guna persiapan chemotherapy, check darah rutin terutama untuk mengetahui HB, Leukosit. Setelah lengkap semua mulailah dilakukan chemotherapy. Obat yang digunakan adalah TAXOL 240 mg, DOXORUBICIN 60 mg. 1 kali chemotherapy berikut obat-obat pre-chemo, obat untuk menaikkan Leukosit dan biaya Rumah Sakit, saya harus mengeluarkan Biaya ± Rp. 15. 000.000,- ( Nilai terbesar adalah obat Chemotherapy TAXOL, per 30 mg @ Rp. 1.283.000,- saya perlu 8 botol ).

27 Juni 2006 saya selesaikan Chemotherapy. Selain Chemotherapy, untuk memperkuat tulang dan menghilangkan rasa sakit pada tulang karena kanker, saya tiap bulan diinfus ZOMETA sebanyak 9 kali. Harga obatnya adalah Rp. 3.400.000,-/botol, Pada saat selesai menjalani Radiotherapy rasa sakit saya mulai berkurang, meskipun belum bisa jalan, tapi sudah bisa tidur 4-5 jam sehari, dan saya sangat-sangat bersyukur. Karena selama hampir 5 bulan tidak pernah tidur. Pada chemotherapy ke 3 luka & lubang dipayudara saya yang diameternya sudah mencapai 11 cm mulai mulai mengering dan menutup. Selama menjalani chemotherapy Alhamdulillah saya tidak merasakan side effect seperti yang sering diceritakan orang-orang, seperti mual, muntah, tulang merasa ngilu-ngilu, dll. Saya cukup kuat. Hanya kepala menjadi botak. Itu tidak saya anggap suatu hal yang berat, biasa-biasa saja, karena saya sangat ikhlas menjalani seluruh pengobatan, keinginan sembuh saya lebih besar, mungkin itu yang menyebabkan saya mempunyai energy besar untuk mengatasi side effect chemothearapy. Pada chemotherapy terakhir saya sudah mulai bisa jalan lagi, meskipun untuk naik undakan yang rendahpun saya masih agak kesulitan. Tapi setelah jalan 2 bulan dari chemo terakhir saya sudah bisa jalan lebih normal. Ketika team dokter saya melakukan rapat lagi, melihat kondisi saya yang sangat baik merespon seluruh pengobatan ini, tapi masih ada yang tertinggal, yaitu benjolan pada leher belum hilang meskipun mengecil, dan luka kanker saya meskipun sudah mengering tapi masih sensitive, yaitu kadang-kadang agak basah serta masih ada sisa tumor dipayudara, maka diputuskan untuk di Radiotherapy pada bagian leher, ketiak kiri dan dada sebanyak 38 x ( tahun 2006, biayanya kurang lebih Rp. 12.500.000 ) disertai dengan Chemotherapy yang diminum yaitu menggunakan XELODA 500 mg ( per butir Rp. 36.000 ), diminum 2 jam sebelum Radiotherapy sebanyak 2 butir, dan 2 butir pada malam hari. Bulan Januari 2007 saya selesai menjalani itu semua. Menggunakan XELODA pun saya tidak mengalami side effect yang berarti. Hanya ujung-ujung jari kaki menjadi kering, dan tidak lebih dari itu. Sebenarnya side effect XELODA antara lain adalah Hand and Foot Syndrome. Yaitu kulit tangan dan kaki perih karena pecah, mengelupas dan kasar. Setelah dievaluasi sisa tumor dipayudara masih ada menempel di tulang iga. Dan saya dianjurkan oleh team dokter untuk melakukan pengangkatan seluruh payudara kanan. Saya agak shock juga, bagaimana rasanya sebagai wanita hanya punya payudara satu ?.

Saya dan suami berdiskusi juga keluarga. Dan semua, terutama suami sama sekali tidak keberatan yang penting adalah kesehatan saya. Saya butuh waktu 1 bulan untuk memutuskan ya atau tidak. Akhirnya dengan pertimbangan untuk kepentingan yang lebih besar yaitu :

  1. Saya masih sangat ingin menunggui anak-anak hingga dewasa dan berumah tangga, kalau Allah mengijinkan
  2. Saya ingin mendampingi anak saya yang paling kecil ( saat itu 5 tahun ), bercerita seperti dulu sebelum dia tidur, mendampingi belajar. yang selama lebih 2 tahun tidak saya lakukan karena sakit.
  3. Saya tak ingin egois memikirkan diri sendiri dan mengabaikan karyawan yang sudah ikut kami selama kami berwirausaha. Tukang-tukang yang berharap dapat pekerjaan dari proyek-proyek kami
  4. Insya Allah sisa hidup saya menjadi lebih berkwalitas, lebih sehat. meskipun saya tidak sempurna, tapi masih bisa membantu orang lebih banyak lagi.

Akhirnya saya siap untuk dioperasi pengangkatan seluruh payudara kanan ( Mastectomy ) pada tanggal 21 Maret 2007. Operasi berjalan 4jam. Setelah operasi saya tidak merasakan kesakitan berlebihan. Semua saya anggap biasa saja. Hari ke 4 saya pulang. Merasa lebih lega karena sumber penyakit sudah hilang. Tapi tetap waspada.Dari pemeriksaan Histopatologi, setelah operasi hasilnya sesuai dengan pemeriksaan terdahulu yaitu jenis kanker adalah CA mammae Ductal Invasive jenis Solid Tubular dengan Grade 2 ( akan dibahas tersendiri ). Yang berubah adalah hasil IH untuk HER2 yang semula (-) menjadi (2+). Hal tersebut bisa terjadi karena pada waktu pertama kali dilakukan pemeriksaan IH, pada saat kanker saya masih berupa luka terbuka, oleh dokter hanya dilakukan usapan pada permukaan luka. Jadi tidak menggunakan jarum. Sehingga kemungkinan 30% nya HER2 nya adalah (-). Saat operasi otomatis lebih teliti, itupun scorenya 2+ jadi masih dalam posisi borderline sehingga diperlukan test tambahan yaitu test FISH untuk menentukan rationya. Setelah diketahui rationya setara 3.7 maka oleh team dokter disarankan agar saya menggunakan obat HERCEPTIN untuk memperlambat penyebaran sel kanker. Karena apabila HER2nya positif berarti kanker tersebut ganas, dan harus diperlambat pembelahan selnya dengan HERCEPTIN. Bersamaan dengan diketahui status HER2 saya, ternyata pada ketiak saya tumbuh benjolan kecil. Sehingga saya disarankan bahwa selain diinfus HERCEPTIN, juga harus dichemo lagi. Tapi dokter-dokter saya tidak memaksa, karena mereka tahu kondisi keuangan saya yang sudah babak belur. Semua kembali pada pasien sendiri, mau melakukan atau tidak. Tapi karena selama sakit saya pelajari semua tentang penyakit kanker payudara dari internet, dari brosur-brosur, Jurnal-jurnal yang dikirim oleh perusahaan Farmasi yang obat-obatnya saya gunakan. Jadi saya sangat tahu apa yang harus dilakukan pada kondisi saya yang telah stadium lanjut dan gambaran apa yang akan saya hadapi, dimana semua dilakukan hanya untuk meningkatkan kwalitas hidup. Akhirnya dengan kesadaran sendiri saya mau melakukan Chemotherapy lagi. Kali ini terdiri dari HERCEPTIN 300 mg + NAVELBINE 500 mg dimana harga HERCEPTIN dengan isi 440 mg harganya adalah Rp. 17.892.000,- dan NAVELBINE Rp. 4.000.000,- sungguh berat, tapi saya jalani karena saya focus pada hal yang lebih besar yang akan saya lakukan apabila kesehatan saya meningkat lebih baik. Saya yakin bahwa Allah tidak akan membiarkan saya berjuang sendiri. Dan saya yakin dalam perjalanan untuk melakukan pengobatan pasti berkah2 Allah akan turun. Dan memang selama perjalanan pengobatan ini, untuk membeli HERCEPTIN saya dibantu oleh kakak dan adik. Sayang setelah dievaluasi pada chemotherapy ke 3 dan dari akibat yang saya rasakan, NAVELBINE tidak cocok untuk saya dan saya harus ulangi chemo lagi dengan obat yang lain, yaitu PAXUS 240 mg + XELODA ( 6 butir per hari @ 500 mg,2 minggu pemakaian, libur 1 minggu begitu seterusnya hingga 6 cycle. harga perbutir Rp. 36.000,- ) dan tetap memakai HERCEPTIN sampai selesai chemo obat baru. Jadi untuk sekali Chemotherapy dengan obat-0bat yang baru ini saya harus mengeluarkan biaya untuk obat-obatan + Rumah sakit sebesar Rp. 29.000.000,-/ 3 minggu. Sekali lagi kadang saya dapat bantuan yang tak diduga-duga yaitu dari beberapa orang yang menelpon saya bahwa dia punya sisa obat chemo yang persis seperti milik saya dan dijual dengan harga lebih murah. Jadi saya sangat terbantu. Kadang , pernah pada saat saya akan menjalani chemo ke-5 belum ada sepeserpun uang terkumpul, karena kebetulan kakak saya belum ada dana dan adik juga belum ada. Tapi Alhamdulillah pada hari dimana saya harus melakukan chemo, tiba-tiba adik saya pagi itu transfer uang sehingga obat-obat tsb terbeli. Dan chemo ke tujuhpun hampir tak jadi karena dana belum terkumpul tapi Alhamdulillah pada detik terakhir saya selalu tertolong. Jadi dalam setiap helaan nafas saya selalu bersyukur atas berkat2 yang dikaruniakan Allah pada saya. Saya tak pernah marah ataupun memyesal dengan adanya penyakit ini selalu ada hikmah di balik semua. Insya Allah saya dapat menyelesaikan chemo ini dengan baik pada tanggal 3 Januari 2008 ini. Dan Insya Allah kanker saya sudah cape membuat benjolan di tubuh saya, dan saya bisa melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat tanpa terganjal waktu untuk chemotherapy lagi.

Sebagai pasien yang berobat pada stadium lanjut seperti saya, memang banyak waktu dan biaya yang terbuang. Tapi itulah rahasia kehidupan seseorang. Dengan pendidikan yang cukup saya telah melakukan hal bodoh. Tapi pelajaran yang saya dapat adalah bahwa memang kadang manusia melakukan kesalahan fatal tapi jangan focus pada kesalahan tersebut. Menyesal sebentar tidak apa-apa tapi jangan berlarut-larut. Cepat bangkit dan memperbaiki diri. Fokus pada tujuan yang lebih besar & lebih baik, jangan lihat kebelakang lagi. Pada saat itupu bisnis saya dan suami bisa dibilang hancur, karena selama 10 bulan lebih aktivitas nol. Waktu hanya habis untuk berobat. Anak-anak di asuh nenek & kakeknya. Tapi kami berkomitmen tidak akan memecat karyawan apapun yang terjadi, lebih baik kami menjual rumah sebagai tambahan modal agar usaha biarpun sedikit-sedikit masih jalan. Sayangnya disaat kritis tersebut karyawan yang saya andalkan untuk mengganti saya sementara malah meninggalkan kami. Rasanya seperti sudah jatuh tertimpa tangga. Akhirnya dengan kekuatan yang ada, selama chemotherapy saya juga masih menghitung proyek kecil-kecilan yang saya mampu. Agar tidak kehilangan client. Karena dalam berwira usaha tugas saya adalah mengepalai estimasi dan pemasaran. Jadi dapat tidaknya proyek ada pada team saya. Sedang suami adalah penanggung jawab dan kordinator lapangan selama proyek berlangsung.Semua kami jalani bersama sebagai team. Maju terus dengan keyakinan bahwa Allah selalu mendampingi kami selamanya. Juga sebagai pasien, sebaiknya kita harus mengetahui seluk beluk penyakit kita sehingga setiap tahap pengobatan, kita bisa ikuti. Itu juga memperingan beban dokter. Karena seperti kita ketahui perbandingan antara jumlah dokter Onkology di Indonesia dengan jumlah pertambahan pasien kanker tidak seimbang. Makanya sebagai pasien kita juga harus aktif, untuk kepentingan kita sendiri juga agar bisa menjelaskan pada orang lain. Dan selalu terbuka pada setiap orang tentang penyakit kita, dan buat jaringan sehingga ketika kita kesulitan dana untuk membeli obat atau kita kelebihan obat, ada saja orang yang membantu ataupun membeli obat kelebihan kita. Juga setiap akan memakai suatu merk obat untuk chemotherapy selalu hubungi perusahaan Farmasinya, untuk mengetahui program apa yang bisa diberikan kepada pasien kanker yang tanpa tanggungan ( tanpa Asuransi, ASKES, maupun tidak ditanggung perusahaan karena berwirausaha ataupun karena hal lain ). Karena seperti saya yang berwira usaha, saya mendapatkan 2x gratis obat TAXOL dari PT. BRISTOL MYERS & SQUIB pada saat chemo thn.2006, juga 2x gratis dari PT. ROCHE INDONESIA untuk penggunaan HERCEPTIN saat ini. Sangat membantu. Dan minta perusahaan2 Farmasi tersebut mengirim brosur-brosur agar kita bisa mengetahui tentang obat-obat chemotherapy yang akan di infuskan pada kita. Selanjutnya, meskipun sakit jangan terlalu memikirkan penyakit kita, jangan mengasihani diri sendiri dan mengharap perhatian orang ( meskipun itu suami atau keluarga ) lain terlalu berlebihan, karena akan melemahkan diri kita sendiri. Tetap berkegiatan positif itu yang terbaik. Yang bekerja tetaplah bekerja meskipun speednya dikurangi sedikit. Selalu berdoa minta perlindungan dan kekuatan pada Allah SWT. Bagi yang muslim biasakan membaca Al-Qur’an beserta tafsirnya ( bukan terjemahannya )setelah sholat subuh. Dan tetap mengerjakan sholat bagaimanapun kondisi kita, apabila tidak bisa bangun khan kita diijinkan sholat sambil tidur, kalau tidak bisa berwudhu, kita dibolehkan tayamum. Jadi tidak ada alasan untuk tidak sholat.Rasanya akan sangat damai. Salam dari saya.

38 Tanggapan ke “SAYA PASIEN KANKER PAYUDARA”

  1. mirza Berkata:

    selamat yah bu, webblognya sudah online, semoga blog ini beranfaat bagi masyarakat luas, dan memberkan informasi sedanyak-banyaknya tantang penyakit kanker. menghilangkan stigma ketakutan terhadap usaha penyembuhan penyakit ini. Aaaaaaaamiiiiiiinnnnn…….

  2. F Sidikah R Berkata:

    Bu. saya salut banget sama ibu. mrk yang berbagi ilmu dan pengalaman seperti ini, bisa dihitung dengan jari. semoga langkah ibu, menyebarkan informasi ini membuka semakin banyak mata tentang kanker. saya doakan ibu mendapat kemudahan jalan menuju kesembuhan. amiin..

  3. Sesi arvinanto Berkata:

    Ibu, saya salut sekali dgn semangat ibu. Saya sendiri adlh penderita kanker payudara juga sdh dimastektomi kemudian rekonstruksi, kemotherapy selama 6x, radiasi 25x……… alhamdulilah sampai detik ini kondisi sy sehat dan baik sekali. Kalo sy boleh saran, ada herbal yg baik sekali utk pengobatan kanker, namanya Chang Sheuw Tian Ran LIng Yao, obat ini bagus sekali utk kanker. Saya juga konsum obat tsb ditambah dgn minum habbatussauda (jintan hitam), jus bit merah dicampur dgn apel malang, jus wortel, jus jeruk segar……… dan alhamdulilah kesemuanya sgt membantu kesembuhan sy. Sudah 1thn berlalu sy dpt memerangi kanker ini. Saya jg selalu memohon diberi kesempatan utk dpt mengasuh anak2 sy yg masih kecil2 sampai mereka dewasa nanti. Saya sgt yakin dgn semangat dan keyakinan utk sembuh yg tinggi, pasti kita akan berhasil bu

  4. kankerpayudara Berkata:

    Terima kasih ibu Sesi, memang selama ini saya sudah mengkomsusi sayur & buah dengan cara food combining. Tiap pagi, mulai jam 7.00 s/d 11.30 saya hanya makan buah ( apel, pepaya, 2 lagi bisa apa saja, kecuali pisang, durian, kelengkeng ), jam 10.30 atau jam 11.00 saya selingi dengan susu kedelai, atau bubur kacang hijau. Jam 12.00 saya baru makan nasi + sayur atau sayur + lauk ( ikan atau ayam ). Sore hari saya biasa makan sayur memang seringnya bit+tomat, brokoli + timun, atau sayuran lain di buat salad tapi dressingnya bukan thousan island atau mayonaise. Sebaiknya jangan selamanya mengkomsumsi jenis sayur atau buah agar tidak kelebihan satu zat makanan saja. Memang tanpa suplemen atau vitamin apapun Alhamdulillah, saya selama chemo tidak mengalami efek samping yang berarti hanya rontok rambut dan leukosit agak turun saja. Mengenai Chang Sheuw …. ( biji bunga teratai, kan nama lainnya ? ), mungkin saya tidak berjodoh. karena sebelum sampai stadium lanjut saya sudah memakai beberapa obat alternatif. Sehingga sampai pada kesimpulan yang saya tulis diblog ini. Tapi jalan penyembuhan tiap orang tidak sama. Hanya Allah yang tahu.

  5. Sesi arvinanto Berkata:

    Ibu, memang jalan penyembuhan tiap org tdk sama, krn kasus dan stadium yg diderita juga berbeda… tapi kan kita tetap hrs berikhtiar utk mengupayakan kesembuhan itu spt yg sdh ibu dan sy lakukan selama ini dgn menghindari makanan2 yg dpt memicu kanker tsb dll. Umur kita memang hanya Allah yg tau, tp dgn kita yakin kalo kita akan sembuh tentunya menimbulkan semangat dan kebahagiaan tersendiri bagi kita. Ada beberapa kenalan sy yg mempunyai kasus sama spt ibu dan sy, alhamdulilah sampai detik ini stlh 15 thn berlalu she could survive from breast cancer stage 4. so….. semangat dan menjauhi stress yg paling penting……..

  6. kankerpayudara Berkata:

    Terima kasih ibu sudah shering disini, mugkin ada pasien yang sudah stage IV, bisa bercerita? sehingga bisa memberi inspirasi pada pasien lain. Seperti kita ketahui banyak juga pasien yang hopeless.

  7. Sari Berkata:

    Salam kenal. Kanker memang tidak mengenal usia, saya 29th, 19 des lalu masectomy.tenyata grade 3. Grade ini membuat saya khawatir.Awalnya saya kira grade dan stadium sama. Saya masih menunggu hasil lab, saya belum tahu stadiumnya. Pengetahuan saya ttg kanker boleh dibilang msh kurang. Ada yg menyarankan pengobatan alternatif, ada yg menyarankan untuk tidak melakukan kemo. Terus terang, saya jd bingung. Saya blm melakukan bonescanning. Mohon bantuan saran.

  8. kankerpayudara Berkata:

    Sari, jangan bingung. Setahu saya, seharusnya sebelum dilakukan operasi, dilakukan biopsy dulu. untuk mengetahui :
    - stadium kanker ( ukuran dan penyebarannya )
    - Sifat kanker : ER / PR negative atau positif . HER2 status ( postif atau negatif ) untuk menentukan jenis obat.
    - Jenis kanker DCIS atau IDC atau jenis lain
    - Mengetahui grade ( ganas atau tidak )
    Kalau Sari sampai di mastectomy, berarti sel kanker itu ada yang ganas. Coba di baca hasil patologi & IH nya. Kalau ada yang ganas, sebaiknya dilakukan chemotherapy. Rasanya kalau obat alternatif belum ada yang bisa mematikan sel kanker yang ganas. Karena sayapun yang tahun kemarin sudah chemotherapy 6x. masih tertinggal sel kanker ganas yang hidup, sehingga harus dichemo lagi 9x. Jangan takut melakukan chemotherapy, saya yang sudah 15x melakukannya tidak ada efek samping yang berarti. Untuk chemo yang sekarang saya dimasukkan 3 obat sekaligus, dan itu memerlukan waktu 12 jam tiap chemo, kalau tahun kemarin cuma 2 obat jadi cuma 4 jam. Sehabis chemo saya seharian tidur tidak melakukan apapun. Hari ke dua saya sudah mulai kegiatan tapi belum banyak. Hari ke 3 sudah full speed lagi ( saya bekerja ). Yang penting makan buah dan sayur ( sayurnya jangan dimasak matang, bisa salad, di masak cepat jadi zatnya tidak hilang ) perhari saya makan buah 4 macam ( terutama apel dan pepaya, dua lagi bisa apa saja ), sayur 4 macam. Yang penting lagi menerima penyakit ini dengan sangat-sangat ikhlas. Jangan sekalipun marah pada Tuhan karena penyakit ini. Semua ada hikmah ( kebaikan ) didalamnya Jadilah orang yang selalu bersyukur akan nikmat yang diberikanNya. Sehingga kita menjalani kehidupan ini apapun bentuknya dengan ringan. Sekali lagi usul saya chemo saja, saya khawatir dikemudian hari ada penjalaran ke organ lain karena banyak yang kejadian seperti itu akhirnya makan biaya banyak. ( baca tulisan saya tentang Chemotherapy dan pengobatan kanker ).

  9. mcdion Berkata:

    Selamat sore bu, sharing ibu saya rasa sangat bermanfaat buat saudara yang mengalami kasus seperti ibu. Teman saya sudah mengalami operasi sejenis tumor di payudaranya sebanyak 2 kali (informasinya jenis tumor jinak), kini dia mengeluhkan sakit lagi karena ada benjolan lagi, yang sakit kalau di tekan, tindakan yang mungkin di ambil operasi lagi. Padahal waktu di USG setahun sebelumnya tidak ada indikasi tersebut (negatif), sehingga berpikir untuk pindah dokter. Dari pengalaman ibu (juga mungkin kawan lain) kemana sih sebaiknya berobat ke dokter atau ke alternatif, karena tidak setiap orang yang siap secara mental? Jika ditangani secara medis kemana yang paling tepat (dokternya teliti, dan pasien mendapatkan informasi yang detail, dan dapat membuat si pasien well prepared kalau misalnya harus mengalami tindakan pembedahan). Boleh tahu alamat dan nomor telpon Jakarta Breast Cancer (saya sudah coba hubungi tapi nomornya belum terpasang), dari informasi diberi nomor: 31901041. Menurut ibu juga apakah pengobatan alternatif dapat benar-benar mengatasi (menyembuhkan) tumor payudara? Terima kasih

  10. kankerpayudara Berkata:

    Untuk Bpk. Udiyono, memang tumor kadang sifatnya seperti itu. Kita manusia tidak pernah tahu kapan dia akan berhenti membuat benjolan. bisa beberapa bulan kemudian, setahun kemudian atau berhenti hingga puluhan tahun, dan ketika kita tidak waspada dia akan datang lagi dengan kondisi yang kadang lebih parah. Karena kalau sudah punya tumor, berarti dalam tubuh kita sudah menyimpan sel tidak normal. suatu saat ketika perintah pembelahan sel abnormal terjadi, maka benjolan akan tumbuh lagi. Untuk kasus teman Bapak, apakah selama operasi berkali-kali itu ada hasil patologinya? yang didapat dari pemeriksaan jaringan tumor yang dioperasi. Dari hasil PA ( Patology Anatomi ) harus diketahui sifat tumornya. Kalau ada indikasi ganas atau sudah mengarah kekanker, rasanya obat alternatif tidak mempan. Saya sudah menggunakan hampir semua pengobatan alternatif, dan saya melihat beberapa pasien di Rumah Sakit tempat saya Chemo, yaitu pasien-pasien kanker yang menggunakan pengobatan alternatif hasilnya bisa dikatakan parah rata-rata kanker sudah membentuk luka. Sayapun selama 2 tahun mengunakan obat alternatif stadiumnya malah naik jadi stadium 4. Menurut pengamatan saya obat alternatif mungkin hanya cocok untuk pasien dengan diagnosa bukan kanker. Setahu saya pengobat alternatif tidak pernah membedakan apakah itu tumor biasa ataukah kanker ( Baca diblog ini ” APAKAH OBAT ALTERNATIF MENYEMBUHKAN” sebagai bahan pertimbangan). Perlu diperhatikan juga, apakah teman bapak dulu dibedah oleh dokter ahli bedah tumor ( Bedah Onkologi ). Cari dokter bedah yang sangat teliti membersihkan area CLEAR MARGIN ( baca diBlog ini ” PENGOBATA KANKER”).
    Alamat JAKART BREAST CENTER adalah Jl. SALEMBA I no.11 ( Seberang RS. Carolus, ada jalan Salemba I ). Telp. ( 021) 39899165, 70009192

  11. Titah Berkata:

    salam kenal mbak,
    salut untuk perjuangan mbak yang tidak kenal lelah melawan kanker. salut untuk kesediaannya sharing, semoga bermanfaat bagi sahabat-sahabat yang lain. semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat-Nya pada kita semua, amin…
    o ya, blognya saya link ya…

  12. Adi Patria Berkata:

    Salam kenal mbak, tetap semangat dlm menatap masa depan.. Jangan Putus Asa..Maju terus.

    Saya ingin bagi informasi yang saya baca dari hasil penelitian dr Darryl See, PhD, seorang associate clinical profesor dari WHO, menyebutkan bahwa dari 20 orang pasien beliau yang kena kanker std 4 yang diperkirakan umurnya tinggal 4 bulan, setelah diterapi dengan Transfer Factor selama 6 bulan, 16 orang remisi sempurna dan dalam kondisi stabil, atau bisa dikatakan sembuh total, hal ini dilihat dari peningkatan jumlah TNF alpha dan peningkatan jumlah NK selnya, serta menurunnya tumor marker. sedangkan 4 orang lainnya meninggal. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor antara lain diet, gaya hidup, kepatuhan minum obat, dll.

    Transfer Factor adalah molekul peptida yang berfungsi sebagai penguat sistim imun. Dia dapat meningkatkan aktifitas sel NK didalam sistim imun sampai 437% di dalam tubuh penderita kanker sehingga sel NK tersebut dapat mematikan sel kanker. Mungkin info ini dapat dijadikan referensi sebagai salah satu alternatif terapi Kanker. Mengingat terapi konvensional (Radiasi dan Chemo) bersifat menidurkan tetapi tidak mematikan sel kanker, belum lagi ditambah dengan efek sampingnya yang tidak semua orang tahan.

    Salam sehat,
    -Adi-
    pramafitri@yahoo.com
    +62812 28 92678

  13. milka Berkata:

    Salam kenal Mbak,

    Wah kalo baca blognya saya salut banget…selamat ya bu…

    Kebetulan ibu saya mengalami tumor payudara sebelah kiri dan hasil PA menunjukan (phyllodes histological malignant) dan sudah diangkat melalui masektomi. Dan alhamdulilah oprasi sudah selesai dan sekang masih dalam perawatan. Hari ini kami kedokter untuk pemeriksaan jahitan dan dokter bilang sebaiknya dilakukan radiotheraphy…

    Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan:
    1. Rumah sakit mana yang alatnya bagus untuk teraphy ini
    2. Berapa kira2 biaya untuk sekitar 20 - 30x teraphy
    3. Apa rasanya sewaktu theraphy ini.
    Twerima kasihhhh

    Regards
    Milka

  14. kankerpayudara Berkata:

    Hallo Milka, salam kenal. Senang sekali punya teman baru.
    Mengenai Rumah Sakit yang alatnya bagus, saya tidak tahu pasti, tetapi setahu saya ada 5 RS. Yaitu RSCM, RS. Pertamina, RS. Dharmais, RSPAD Gatot Subroto. Diantara kelimanya, yang bagus alatnya adalah RSCM. Sebenarnya alat-alat di RSCM itu bagus-bagus, karena merupakan Rumah Sakit rujukan nasional. Hanya kurang bersih, dan pasiennya banyak sekali. Saya menjalani Radiotherapy di RSCM, pada tahun 2006, biaya untuk > 20 penyinaran adalah Rp. 12.500.000,- kabarnya sekarang Rp. 22.000.000 an. Ketika disinar ( Radiotherapy) tidak ada rasa apa-apa hanya pada area yang disinar, pada penyinaran ke 15 kulitnya mulai menghitam. Itu tidak apa-apa karena 10 hari setelah penyinaran juga normal lagi. Dan pada area yang sudah diberi tanda/gambar, jangan sampai kena air karena bisa melepuh atau lecet. Sedangkan lama penyinaran, tergantung berapa titik yang disinar. Setiap titik lamanya tak lebih dari 1.5 menit. Kalau di RSCM, penyinaran dimulai hari Senin s/d Jum’at. Setiap selesai 5x penyinaran sebaiknya periksa darah rutin. Karena kalau leukositnya turun ( dibawah 2500 ) biasanya tidak boleh di sinar dulu. Jadi sebaiknya hari Sabtu periksa darah, sehingga kalau ketahuan leukositnya turun bisa segera disuntik. Sehingga hari Senin berikutnya bisa meneruskan penyinaran. Kalau saya, untuk menaikkan leukosit di suntik NEUPOGEN kalau di Yayasan Kanker Indonesia harganya Rp. 830.000,-. Ada juga GRANOSITE tapi harganya agak mahal yaitu Rp. 1.200.000,-
    Selamat menemani ibu berobat, semoga Allah melindungi dan mengkaruniai ibu mbak Milka kesembuhan.

  15. vincentius heri Berkata:

    salam kenal…

    Mama saya seorang penderita kanker payudara, sudah periksa ke dr. Didit Tjindarbumi (RS Dharma Nugraha Jkt) dan disarankan unt operasi. Skr mama saya akan mencoba periksa ke dr. lain sambil menyiapkan mental untuk operasi.

    Sebenarnya mungkin kanker mama saya belum mencapai stadium yg parah, tapi berhubung kurang informasi dan terlalu banyak omongan negatif dari teman2nya, mama saya jadi takut dan berpikiran terlalu negatif. Saya percaya blog ini bisa menjadi sarana yg baik untuk memacu semangat orang2 yang didiagnosa menderita kanker.

    Saya berharap ada anggota blog ini yang bersedia sharing pengalaman dan motivasi (sayangnya mama saya agak gagap teknologi, jd gk bisa pake internet, hehe…). Jika ada yang berminat tolong sms ke 0817.926.9829 beserta keterangan pada hari apa dan jam berapa saja Anda bisa diajak berbincang-bincang via telp agar nanti kami tidak mengganggu aktifitas Anda…

    Terimakasih banyak atas kesediaan Anda berbagi pengalaman…

    Oh ya saya juga sedang mencari buku2 tentang perjuangan penderita kanker yg inspiratif dan pantang menyerah…tolong berbagi informasi ya, buku apa saja (ttg perjuangan penderita kanker) yg ada di pasaran…terimakasih buaaaanyaaak…

  16. MELLY Berkata:

    SYALOOM

    perkenalkan nama RIA saya ingin menawarkan obat yg sangat berkhasiat untuk berbagai macam penyakit seperti:berbagi jenis kanker & tumor,jantung koroner,stroke,menghilangkan benjolan2 pd payudara,tbc,ambeien,migraen dll.produk ini bernama “sarang semut” yg berasal dr tumbuhan epifit sarang semut yg menempel di pohon pohon yg batang bagian bwahnya menggelembung berisi rongga-rongga yg disediakan sbg sarang semut jenis tertentu.”sarang semut” mengandung senyawa aktif flavonoid,tokoferol,fenolik dan kaya akan mineral penting seperti kalsium(ce),natrium(Na),kalium(K),seng(Zn),besi(P)dan magnesium (Mg) yg berguna sebagai antioksidan dan antikanker sehinga baik untuk mencengah penyakit dan membantu mengobati kanker,menangkal radikal bebas,meningkatkan efektivitas vitamin C dll. bagi yg berminat silahkan hub: RIA 081399986664 atau (021)99900015

  17. SON Berkata:

    PERKENALKAN..

    SAYA CUMAN MAW TANYA PADA IBU YANG SUDAH BERPENGALAMAN DAN PUNYA PENGETAHUAN YANG LUAS TENTANG KANKER INI..

    2HARI YANG LALU SAYA MULAI MERASA KESAKITAN PADA PAYUDARA SAYA..

    JIKA DIPEGANG MERASA AGAK SAKIT..

    SAYA SUDAH MELAKUKAN SADARI TAPI SAYA TIDAK MERASA ADANYA BEJOLAN..

    DAN PUTING SAYA JUGA BIASA..

    TIDAK ADA PERUBAHAN..

    YANG MERASA SAKIT ADALAH BAGIAN SAMPING KIRI DAN
    KANAN..

    APA SAYA YANG TERLALU MEMIKIRKAN HAL INI? ATAU
    MEMANK KONDISI YANG HARUS SAYA SERIUSKAN?

    SAYA BINGUNG SEKARANG..

    SAMPAE 2 HARI YANG LALU TIDAK PERNAH SEPERTI INI..

    SAYA MAW TANYA BAGAIMANA BISA MEMBEDAKAN BENJOLAN DALAM PAYUDARA?

    TOLONG INFONYA..

    AKAN SANGAT BERARTI BAGI SAYA..

  18. kankerpayudara Berkata:

    Payudara terasa sakit itu belum tentu kanker. Apalagi tidak ada benjolan. Kadang, kanker itu, meskipun sudah membentuk benjolan, ada yang tidak merasakan sakit sama sekali. Sehingga penderita merasa kecolongan.Benjolan kanker itu biasanya keras seperti batu.Kalau masih ragu, coba lakukan sadari lagi, dan rabaannya coba sampai keketiak dan leher.Kalau masih terasa sakit-sakit terus, bisa saja ke dokter bedah onkologi untuk konsultasi saja. Biasanya kalau meragukan, dokter akan menyuruh datang lagi 2 minggu setelah menstruasi. Siapa tahu itu hanya kelenjar karena hormon saja. Jangan khawatir, benjolan belum tentu kanker.

  19. mcdion Berkata:

    Selamat sore bu,

    Akhirnya kawan yang masalahnya pernah saya tanyakan ke ibu sudah periksa ke JBC dan saat ini sedang mengatur waktu untuk pelaksanaan operasinya (sebelumnya ternyata sudah pernah dioperasi untuk kasus yang sama sebanyak 4 kali di RS lain). Jika sebelumnya untuk proses rawat inap dan operasi perlu tiga hari kenapa di JBC hanya 1 hari dan tidak inap (isolasi+operasi+pemulihan dilakukan pada hari yang sama). Apakah untuk recovery pasca operasi tumor payudara memang begitu, tidak perlu rawat inap? Lalu hal yang lain saya dapat info harus bawa (maaf) bra ketat dan bra full cup. Kenapa begitu? Apakah justru tidak sakit jahitan bekas operasi bila ketekan ketat. Mohon ibu yang pernah ditangani di JBC mungkin bisa berkenan menjelaskan. Terima kasih sebelumnya sudah berkenan menjawab pertanyaan saya.

  20. kankerpayudara Berkata:

    Jadi teman bapak sudah bertemu Dr. Evert, ya. Mengenai operasi ini, memang bukan operasi besar, jadi pasien bisa pulang hari itu juga. Saya sering lihat pasien-pasien yang setelah operasi, diistirahatkan dikamar, lalu 2 atau 3 jam kemudian dia langsung pulang. Tapi kalau teman Bapak khawatir dan ingin menginap di Rumah Sakit, bisa juga. Mengenai bra saya memang kurang tahu, pak. Kalau ada pertanyaan-pertanyaan yang mengganjal, ketika Bapak atau temannya sedang di JBC, bisa menemui dr. Ratna. Dia adalah asisten para dokter disana. Saya juga selalu kontrol ke dokter Evert tiap seminggu atau 10 hari sekali tiap hari Rabu, dan ke Prof. Zubairi tiap 4 miggu sekali.Semoga kita bisa bertemu,ya Pak. Salam kenal dari saya, Danty.

  21. sima Berkata:

    mbak,
    blog ini bagus sekali, banyak informasi yang sangat bermanfaat.
    terimakasih mbak Danty sudah berbagi.

    sima

  22. NS Berkata:

    Selamat Pagi,
    Saya mau tanya Bu, sekita 1,5 bulan lalu sebelah kiri puting payudara kiri saya terasa sakit sekali sehingga kalau tiduran miring ke kiri sakit seperti di tusuk2 padahal saya sering periksa sendiri dan tidak merasa ada benjolan (atau saya salah meriksanya?). Setelah 3 hari tersiksa akhirnya saya memeriksakan diri ke dokter umum dengan maksud mendapat rujukan untuk USG payudara.
    Dokter umum yang memeriksa saya bilang tidak ada benjolan apapun tapi saya tetap memaksa minta rujukan tsb. Akhirnya saya melakukan USG dan hasilnya diketahui ada fam - tumor jinak dan saya dirujuk lagi ke dokter bedah tumor. Setelah saya bertemu dokter bedah tsb dikatakan kemungkinan hanya kista dan bukan tumor, kemudian saya diberi obat cina berupa extract kedelai untuk diminum setiap hari 2 butir pada jam yang sama dan diminta datang lagi sebulan kemudian.
    Hasil dari minum extract kedelai itu sakitnya berkurang hingga saat ini, dan waktu saya kontrol lagi kemarin dokter bedah itu hanya bilang sakit kemarin hanya karena pemadatan (saya gak ngerti maksudnya apa?) dan tetap di beri resep obat cina itu (bisa dibeli juga tanpa resep) sampai saat ini saya masih konsumsi extract kedelai itu dan saya juga diminta stay away from bakso (padahal saya bukan penggemar bakso) ataupun makanan dengan pengawet.

    Pertanyaan saya, kira2 apa benar payudara yang sakit kemarin itu tidak berbahaya? menurut teman kerja saya yang juga dokter, dia bilang tidak ada hubungannya antara extract kedelai itu dengan sakit saya dan tidak bisa menyembuhkan sakit saya, jadi dia berpendapat sakit itu hanya masalah hormon saja. Saya ingin sekali periksakan diri ke JBC tapi belum sempat kesana. Apa yang mestinya saya lakukan ya?

    Terima kasih atas jawaban, dan saya sangat bersyukur ada blog ini karena saya yakin banyak sekali manfaatnya bagi yang memerlukan maupun yang hanya ingin tau.

    Salam,
    NS

  23. kankerpayudara Berkata:

    Saya nggak ngerti tentang extract kedelai. Bagaimana cara kerjanya koq bisa mengecilkan benjolan?. Apakah sudah di USG lagi sehingga dokter yakin bahwa benjolan itu hilang?. Kalau benjolan itu memang cuma hormon biasanya diobati bisa hilang.

  24. NS Berkata:

    Selamat pagi Ibu,
    kalau USG lagi memang belum Bu, dan saya juga gak ngerti untuk apa extract kedelai itu, yang pasti saat ini nyeri payudara kiri saya sudah hilang dan mengenai benjolan dari awal memang saya tidak dapat meraba atau menemukan benjolan berarti Bu. Saya berpikir untuk memeriksakan diri ke JBC secepatnya, bagaimana menurut Ibu? terimakasih banyak atas masukan Ibu.
    Salam,
    NS

  25. kankerpayudara Berkata:

    NS, kalau sebagai second opinion ke JBC juga tidak apa-apa.karena benjolan yang tidak teraba itu belum tentu sudah hilang.

  26. Any Berkata:

    Maaf,sblmny pgn tau informasi almt n no.telp JBC ada di mana ya skrg.ni lg bth bgt pgn berobat pydr.thanks

  27. kankerpayudara Berkata:

    Untuk sementara alamatnya adalah Jl. Salemba I no. 11-Jakarta Pusat. phone :(021)39899165 ; 70009192

  28. supriyanto Berkata:

    Ass
    Selamat Malam Ibu…
    Senyum tulus iklas dari saya dan keluarga. salam kenal.
    Saya sangat senang sekali ada artikel ini, saya adalah anak laki2 dari seorang Ibu yang dulu pernah menderita kanker payudara, dan Ibu sudah Meninggal Pebruari 2006, 2 tahun silam…semoga Ibu di ampuni dosa2dan kesalahanNya.dan diterima amal IbadahNya.

    nah, yang ingin saya tanyakan pada ibu makanan apa kah yang sebaiknya kita konsumsi untuk tubuh kita agar kita meminimalkan dan tetep sehat… setahu saya dari pengalman dan cerita orang 2 yang menderita kanker… disebabkan makanan yang mengandung MSG/penyedap rasa… apakah benar itu BU? terimakasih atas penjelasan dan infonya…Wass

  29. kankerpayudara Berkata:

    Walaikum Salam, Wr, Wb,
    Agar tubuh lebih sehat, perbanyak makan buah dan sayur minimal 4 buah dan 4 sayur sehari. Dan biasakan makan malam paling lambat jam 19.00. Karena apabila diatas jam itu makanan kita ada mengandung daging2an, maka makanan itu harus menginap diusus sampai besok siang, baru diolah. Artinya, makanan itu sudah membusuk diperut. Tubuh kita mayoritas (80%) mengandung basa, 20% asam. Daging, dan makanan lain yang mengandung lemak adalah mengandung asam. kalau tubuh terlalu banyak mengandung asam, maka akan banyak penyakit yang datang. Jangan banyak makan gorengan terutama yang dibeli diluar rumah. Karena minyaknya tidak bisa dipertanggung jawabkan ( sudah berapa kali pakai? ). Untuk lebih jelas silahkan baca artikel saya diblog ini tentang : MAKANAN / NUTRISI UNTUK PASIEN KANKER. Meskipun Bapak tidak terkena kanker bisa mencobanya.

  30. srie Berkata:

    selamat siang bu, salam kenal, saya salut banget dan merasa terbantu setelah membaca blog ini.. saya doakan semoga ibu selalu diberi kesehatan..
    saya seorang ibu dari 2 anak balita,umur 31th,2minggu terakhir ini di puting PD kiri saya terdapat benjolan kecil yang pada awalnya agak bengkak/memerah dan sekarang sepertinya sudah menjadi pus karena berwarna kekuningan,sakit kalau ditekan,saya merasa benjolan itu mulai membesar,skrg kira2 diameternya 4mm, saya sudah melakukan SADARI,tidak menemukan benjolan lain, menurut ibu kira2 apakah benjolan tsb berbahaya?dan kalo ke JBC apakah ada recomendasi sebaiknya ke dokter siapa? trimakasih atas sharingnya

  31. kankerpayudara Berkata:

    Amin, terimakasih atas doanya. Semoga Allah SWT selalu melindungi kita semua. Sri apakah masih menyusui? kalau, ya, mungkin itu hanya penyumbatan air susu saja. Berbahaya atau tidak suatu benjolan, hanya dipastikan lewat biopsi. Kalau mammography juga bisa mendeteksi antara kanker atau bukan. Sri lebih baik kedokter Onkologi, tidak harus ke JBC juga nggak apa-apa. Saya menyebut JBC dalam beberapa tulisan saya karena rasa terima kasih saya kepada dokter-dokter yang merawat saya, dan mereka tidak pernah menentukan umur saya tinggal berapa. DI JBC hanya ada 4 orang dokter, yang merupakan team. Yaitu Dr. Evert adalah ahli bedah Onkology, Prof. Suhartati ahli Radiology Onkology, Prof Zubairi Djurban ahli Hematology Onkology, dan serang dokter ahli Patology.

  32. srie Berkata:

    trimakasih sekali atas balasannya ya mbak,mungkin boleh ya saya panggil mbak saja?
    saya sudah tidak menyusui mbak,pada kedua anak saya masing2 hanya mendapat ASI sampai bulan kedua,setelah itu ASI saya mengering dengan sendirinya..sekarang anak kedua saya berumur 1,5thn.
    sekali lagi trimakasih atas sharingnya mbak,saya mungkin dalam waktu dekat akan periksa ke dokter onkologi..karena sampai sekarang benjolan di PD saya yang berisi nanah belum pecah juga ataupun belum mengecil…

  33. kankerpayudara Berkata:

    Segeralah ke dokter Onkology jangan ditunda, khan itu belum tentu kanker. Kankerpun pengobatannya tidak menakutkan seperti perkiraan banyak orang. Teknology berkembang terus, jadi tidak ada alasan untuk ditunda. Wassalam.

  34. ordinary_yellow Berkata:

    coba buka website ini :
    http://cacare.com/
    banyak orang yang divonis hidup tinggal beberapa bulan lagi, malah berangsur-angsur kondisi terus membaik dengan makan obat ramuan Dr.Theo , di Penang, Malaysia.

    Tante saya juga kanker stadium lanjut dan kanker sudah mulai menyebar ke organ lain. Saat ini kami sekeluarga memutuskan untuk mencoba berobat ke Cancer Care Penang Malaysia itu, berharap jalan akhir pengobatan.
    Dan sebenarnya di Indonesia jg ada perwakilan Cancer Care Indonesia, namun obatnya berbeda dengan yang langsung dari Penang. Jadi Kami saat ini berusaha semaksimal mungkin pengobatan disana.
    Semoga informasi saya bermanfaat,
    GBU

  35. ordinary_yellow Berkata:

    Sekedar Info :
    setau saya (setelah saya banyak research di gogle)
    banyak sekali pantangan makan bagi penderita kanker, mulai dari Daging ( semua daging baik ayam, sapi, dll , sama sekali tidak boleh mengkonsumsi) , dan juga gula. Kedua hal itu merupakan makanan bagi sel kanker. jadi sebaiknya, hanya makan makanan sayur2an yang direbus dan fresh.
    Berikut saya bagikan research yang saya dapat (maap blum diterjemahin ke indo) :
    CANCER CELLS FEED ON:
    a. Sugar is a cancer-feeder. By cutting off sugar it cuts off one important food supply to the cancer cells. Sugar substitutes like NutraSweet, Equal, Spoonful, etc are made with Aspartame and it is harmful. A better natural substitute would be Manuka honey or molasses but only in very small amounts. Table salt has a chemical added to make it white in colour. Better alternative is Bragg’s aminos or sea salt.

    b. Milk causes the body to produce mucus, especially in the gastro-intestinal tract. Cancer feeds on mucus. By cutting off milk and substituting with unsweetened soya milk cancer cells are being starved.

    c. Cancer cells thrive in an acid environment. A meat-based diet is acidic and it is best to eat fish, and a little chicken rather than beef or pork. Meat also contains livestock antibiotics, growth hormones and parasites, which are all harmful, especially to people with cancer.

    d. A diet made of 80% fresh vegetables and juice, whole grains, seeds, nuts and a little fruits help put the body into an alkaline environment. About 20% can be from cooked food including beans. Fresh vegetable juices provide live enzymes that are easily absorbed and reach down to cellular levels within 15 minutes to nourish and enhance growth of healthy cells. To obtain live enzymes for building healthy cells try and drink fresh vegetable juice (most vegetables including bean sprouts)and eat some raw vegetables 2 or 3 times a day.
    Enzymes are destroyed at temperatures of 104 degrees F (40 degrees C).

    e. Avoid coffee, tea, and chocolate, which have high caffeine.
    Green tea is a better alternative and has cancer-fighting properties. Water-best to drink purified water, or filtered, to avoid known toxins and heavy metals in tap water. Distilled water is acidic, avoid it.
    Please read about the PH balance in water and the Tao on Detox.

  36. kankerpayudara Berkata:

    Memang data itu benar, tapi bukan berarti setelah mengkonsumsi seperti itu kanker tidak recurrance lagi paling tidak sistem imun menjadi tinggi. Dulu setelah tahu terkena kanker, atas saran seorang shinshe saya memang menjadi vegetarian ( hanya makan sayur, buah, tempe sama sekali tidak makan daging ) tapi karena sifat kanker saya yang progresif maka semua sia-sia. Stadiumnya naik terus, bahkan sampai luka terbuka. Sekarang saya mengikuti pola diet food combining ( menyeimbangkan asam dan basa dalam tubuh ). memang daftar dari a s/d e benar, tapi sekarang saya masih mengkonsumsi ayam (organik/kampung), ikan. dan dengan mengurangi gula,n makan nasi 1x sehari, minum susu hanya susu kedelai yang plain maka selama chemo saya menjadi kuat dan tetap bisa bekerja seperti biasa. ( secara lengkap lihat tulisan saya : MAKANAN / NUTRISI BAGI PASIEN KANKER ). Terima kasih atas sharingnya.

  37. indrayanti Berkata:

    ibu………. sy pasien kanker payudara stadium 3….. masa kemo dan radiasi sdh selesai sjk 2007 kemarin. skrg sy hrs kontrol ke dokter setiap 6 bln sekali…, yg ingin sy tanyakan sy sdh diberikan tamoxifen oleh dokter tp tdk pernah sy minum krn menurut artikel2 yg sy baca tamoxifen memang bagus utk penderita kanker pydra tp ada juga sight effect nya.. spt kemungkinan terkena kanker rahim. Pertanyaan sy, apakah ibu sendiri meminum tamoxifen? jika ya apa yg dirasakan selama mengkonsume obat ini??

  38. kankerpayudara Berkata:

    Saya tidak menggunakan TAMOXIFEN karena kanker saya berkembang bukan oleh hormon. Tapi oleh protein HER2(+).Sehingga dihambat perkembangannya antara lain dengan HERCEPTIN. Jadi TAMOXIFEN dan obat-obat hormonal lain hanya digunakan untuk pasien kanker payudara yang kankernya berkembang karena hormon Estrogen dan Progesteron. Atau biasa disebut receptor Estrogen (+) dan rceptor Progesteron (+). Untuk lebih jelasnya baca artikel saya diblog ini tentang MEMAHAMI HASIL TEST PATOLOGY. Tidak usah takut menggunakan TAMOXIFEN menurut teori memang side efectnya seperti itu, tapi khan semua obat memang ada side efectnya, dan tidak semua pasien yang menggunakan obat hormonal akan terkena kanker rahim. Cobalah anda timbang-timbang lebih mendalam apakah banyak manfaatnya atau mudaratnya ( kerugiannya ) menggunakan TAMOXIFEN itu?. Usul saya pakailah dulu, jangan khawatir. Kalau perasaan Indrayanti selalu merasa takut dan khawatir, malahan akibatnya buruk.

Tinggalkan Balasan